Nelepon

Siapakah fans terberat ibu? tak lain si cantik ini. Mau tidur minta dikelonin ibu, bangun tidur yang dipanggilin ibu, masuk rumah yang dicari ibu, eek juga harus sama ibu :D Pokoknya dia harus tahu dimana ibu berada dan sedang apa, haiyah

Jika ibu lenyap tanpa dia mendapat informasi, bisa nangis ngamuk, padahal sudah mau lima tahun usianya. Sebab itu jika ibu pergi harus pamit dulu, biasanya dia minta ikut. Seringnya ibu bolehkan, tetapi kadang ada kondisi mba nana tidak memungkinkan untuk ikut. Kalau pas ibu pergi dia ada untuk dipamiti, tidak akan nyari-nyari ibu. Tetapi jika ibu pergi pas dia tidak mengetahui, maka akan minta orang-orang di rumah untuk nelepon ibu. Pernah sekali, mbah putrinya memberi tulisan di selembar kertas nomor hape ibu. Biasanya dia menanyakan ibu dimana? lagi apa? jangan lama-lama ya Bu… Ngobrol sebentar dengan ibu sudah membuatnya tenang kembali.

Kemarin sewaktu ibu pergi, ibu mendapati tiga panggilan dari nomor telepon rumah. Sayangnya hape ibu di-silent, jadi tidak terjawab. Sesampai di rumah tantenya memberitahu ibu, mba nana pencet sendiri no ibu tanpa diberitahu, agaknya dia sudah hapal.

Oh ya? wah surprise nie ibu, baru sekali dikasih kertas bisa hapal no ibu.
Ibu godain dianya untuk menyebutkan no hape ibu, seperti biasa, malah diam senyum-senyum malu.



Agenda Gaul ala Mbanana

Selebritis nie yee… Yang begini ini hanya bisa dilakukan di Indonesia, apalagi tinggal di kota kecil yang sejuk dan asri. Kemana-mana dekat bisa jalan kaki. Alhamdulillah, bisa menjadi terapi positif bagi mbanana yang kurang lebih empat tahun ga gaul kulengan sama ibu abahnyaaaaa aja.

Senin : Ketemu teman-teman di sekolah jam 10.00 – 12.15 umumnya anak luar kampung alias anak kota, asyiknya kelas perempuan-laki dipisah. Kemudian ketemu teman-teman di TPQ semuanya satu kampung jam 14.00 – 15.00. Lanjut jam 15.30 – 18.00 hangout ke rumah tante temen ibu, mba nana main-main lagi bareng anak-anak temennya ibu, padaattt dech kalau hari Senin.

Selasa : Di sekolah dan TPQ

Rabu : Di sekolah, TPQ, jam 16.00 ikut mbah putri senam sama nenek-nenek di balai desa hehe

Kamis: Di sekolah, TPQ, jam 16.00 ikut mbah putri pengajian tahlil sama nenek-nenek di masjid kampung =)

Jumát: Pagi ikut mbah putri senam di balaikota, lanjut ke sekolah, dan siang ke TPQ

Sabtu: Di sekolah, TPQ libur, sore jam 16 ikut mbah putri pengajian diba’ sama tante-tante dan nenek-nenek =)

Minggu: Sekolah dan TPQ libur. Pagi2 ikut mbah putri senam di alun-alun, mba nana main di playground alun-alun horeeee. Siang ikut acara2 ibu. Kadang diajak ibu wisata, paling suka ke Wornderland seruuuuu.

Seminggu sekali, biasanya hari Selasa/Rabu, ibu mengajak mba nana belanja mingguan ke pasar sayur, pagi-pagi sekali sehabis sholat subuh dan baca Qurán, becexx bangettt :(

Mba Nana juga senang ikut mbah putri ke acara buwuhan (kondangan manten/sunat) baik di dalam negeri (kampung) maupun ke luar kota lain.

Habis maghrib mba nana sudah tidur lelap, biasanya 10 jam. Jam 4 pagi sudah bangun kembali.

Ternyata mba nana gaul juga ya… dari teman sebaya sampe nenek-nenek hahaha


“Pinter”

Dengan tanda kutip :) Iya mba nana dibilang mbah putrinya, dan juga sama ibu “pinter” dalam hal pengamatannya jeli dan pandangannya tajam (bashiroh? hemm…). Dia tajam membaca raut orang. Pernah mbah putrinya ditanya, “Mbah kenapa kok diem saja?” dengan kepolosan anak-anaknya. Waktu itu mbah putrinya sedang sedih dan kesal, ehh ketauan sama mba nana hihihi..

Apalagi kalau ke ibu, kalau ibu marah-marah dia bisa ‘kesetrum’ alias sensitif. Apa yang tidak berkenan di hatinya tercermin dalam tidurnya yang tidak nyenyak, suka jadi bahan inputan/evaluasi buat ibu.

Sewaktu mbah Sit yang sangat memanjakannya hendak berpulang, pulang sekolah ibu mengajaknya ke Malang, mba nana sudah tidak setuju, dalam perjalanan rewel minta pulang, akhirnya ibu puter balik pulang. Dan demikianlah, sejenak kemudian ada berita mbah Sit meninggal (tanpa sakit).

Kalau dia jadi mukminah, insyaAllah firasatnya adalah firasatul mukmin


Si Tertib

Biasanya jam tujuh atau delapan mba nana sudah terlelap. Tetapi jika sempat tidur di siang hari, malamnya akan lebih tahan untuk tidur jam sembilan atau sepuluh. Untuk menghabiskan waktu, mba nana suka mewarnai atau membaca bukunya hingga capek.

Kemarin mba nana telat masuk sekolah karena menyelesaikan pe er nya yang waktu itu belum sempat terselesaikan.
Ibu bilang, “Sudah tidak perlu dikerjakan pe er nya, berangkat sekolah saja nanti terlambat”. *ini nasehat yang bener apa ga bener heuheu*
Ehh mba nana malah nangis keras-keras. “Ga mau bu.. belum selesai pe er nya…”

Malam harinya, kebetulan pas dia ga ngantuk karena sudah tidur siang cukup panjang. Ibu sudah teler bersama adiknya.
Eh mba nana mencium pipi ibu, “Ibu, mba nana kerjakan pe er dulu ya… biar besok ga terlambat sekolahnya…”
Ck..ck..ck.. ini anak…


Surah-surah

Mba Nana teh rajin pisan ngajinya, ibu jadi senang.  Nama-nama surat dibacanya, halaman dicarinya. Mba Nana sudah bisa membaca lancar, bisa membaca daftar isi, halaman, dan arti.
“Kalau An-Naml semut gimana bu?”
“Surat An-Nisa gimana bu? yang halaman tujuh puluh tuju”
“Kalau Ar-Rum gimana bu?”

Huhuhu… ibu belum hafal mba nana.. maaffff…. seandainya ibu menguasai Al-Qurán, tentu mba nana lebih terbimbing. Meski ibu terbatas, semoga bisa membimbing mba nana. Semoga Allah mendekatkan mba Nana kepada orang-orang sholeh yang akan membantu ibu dan mba nana menjadi orang shalih pula. Amiinn


Pembelajar

Assalamu’alaykum wr.wb.

Halo mba nana…. tahukah mba nana punya keasyikan yang luar biasa? iya… mba nana gemar menuntut ilmu, membaca ini itu, baca qur’an, baca buku, baca diba’ mbah, baca buku manasik mbah, baca majalah dari sekolah, Subhanallah!

Dari mata melek sampe merem lagi, selalu saja ada yang dipelajari. Mbahnya sampe capek liatnya… ada anak kok baca melulu… capek mbak nana…
Sepertinya mbanana seorang pembelajar, setiap hari harus ada tambahan ilmu. Bahkan lampu padam dari PLN, tetap saja dia harus baca ck..ck..ck..

insyaAllah Nak, semoga Allah mudahkan mba nana menjadi seorang ‘alim… yang dalam ilmunya, sehingga dengan ilmunya itu semakin takut kepada Allah.


Si Adil Edisi Hitam Putih

Dia tidak mau memakai baju yang bukan bajunya, pun dia akan protes kalau baju atau barangnya dipakai orang lain tanpa seizin/sepengetahuannya. Dia juga akan mengomentari jika baju ibu dipakai mbah putri, sandal tante vita dipakai ibu, jilbab ibu dipakai tante vita.
“Kenapa ibu pakai sandal tante?”
“Itu jilbab ibu, mbah”

Diam-diam, dia mengamati, barang ini kepunyaan siapa. Dia tidak suka kalau orang tidak tepat memakai barang. Dia tidak suka kalau dering telepon tidak segera diangkat. Dia tidak suka kalau tamu tidak segera di jawab.

Dia juga tidak suka kalau membuka bungkus snack tidak bagian atas, alias terbalik nanti gambarnya :D Dia tidak suka kalau buku sekolahnya ada yang ketinggalan. Dia harus tepat dan benar.

Putri ibu ini, Subhanallah bibit karakternya sesungguhnya sangat baik. Inilah bibit jujur dan adil. Meski sekarang yang dilakukannya nampak hitam putih. Bisakah ibu memupuk dan menjaga hingga akarnya kuat menghujam, dedaunannya rimbun, dan buahnya manis?


Alergi kedua

Hari Rabu dini hari, 18 Januari 2012, ibu mendapati mba nana mata kanan dan bibir atas sebelah kanan (saja) mulai membengkak. Ibu sudah mencurigai ini kemungkinan reaksi alergi. Pagi hari bengkaknya sudah rata mata kiri kanan bengkak dan bibir atas seluruhnya bengkak. Sejak dua hari lalu mba nana agak pilek. Tapi kalau pilek menyebabkan mata dan bibir bengkak rasanya kecil sekali kemungkinannya.

Jam 6-an, ibu membawa mba nana ke UGD yang terdekat dari rumah yaitu Puskesmas Bumiaji. Reaksi alergi tidak begitu membahayakan, tapi akan menjadi berbahaya jika dibiarkan, yaitu kemungkinan muncul reaksi yang lebih berat, misalnya kemungkinan sesak. Disitu yang jaga seorang perawat. Perawat tersebut hendak memberikan obat racikan/puyer. Karena sudah mempunyai pengalaman susahnya mba nana minum obat pait macam puyer, ibu minta sediaan sirup. Ternyata puskesmas tidak punya.

Akhirnya ibu membawa ke rumah sakit lain yang ada dokter jaga, di RS Etty. Dokter menawarkan juga tes lab untuk jaga-jaga kemungkinan penyakit tertentu. Saya meminta kebertahapan saja. Kemungkinan alergi dulu, kalau dua hari minum obat anti alergi tidak membaik, baru tes lab. Ibu juga meminta sediaan sirup. Dan mendapat ‘Rihest’ Loratadine. Sesuai dengan usianya 4 tahun 6 bulan dengan berat 15 kg, mba nana minum tiga kali sehari @2,5 ml sesudah makan. Setelah minum bengkaknya mulai menipis hingga minum yang kelima kali bengkaknya hilang.

Ibu mulai mendaftar apa saja kemungkinan alergi mba nana. Hari selasa mba nana makan nasi dan telur dadar, di sekolah bayam dan telur puyuh, malam hari itu mba nana makan mie instant rebus rasa soto dengan bumbu koya dan bumbu bubuk, kuahnya pekat. Ibu menduga bumbu mie instant inilah yang tidak dapat ditoleransi tubuh mba nana, apalagi kondisinya yang sudah dua hari tidak enak badan/flue.


Naik satu jilid

Alhamdulillah mbak nana Iqro di sekolah naik ke jilid 3. Bersamaan dengan itu Qiroati di TPQ naik jilid 2. Subhanallah, kemajuan berlipat dari kami ibu bapaknya, semoga istiqomah dan menjadi alim, doa dari kami semua =)