Pada tanggal 9 Muharram, atau 15 Desember 2010, ibu sudah terbayang-bayang ingin masak yang lezat sebagai menu berbuka. Lezat disini adalah masakan kenangan waktu kecil yang terngiang-ngiang terus. Jadilah ibu membuat ‘jangan pedes’ (sayur lodeh yang pedes), kemarin ibu ganti dengan ‘lodeh rebung’, kemudian ‘urap’ yang kemarin ibu ganti dengan ‘trancam’ (campuran taoge mentah, timun, kacang panjang mentah, kemangi, dan tempe bakar yang diberi bumbu urap kelapa), pelengkap umbo rampenya ibu membuat dadar jagung, peyek udang, dan tak ketinggalan ‘iwak gerih’ (ikan asin tipis yang digoreng pake tepung). Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar! Klo sudah begini, nikmatnya tak kira-kira, tidak hanya sekedar makan, beserta kenangan dan semuanya
Mba nana yang doyan kriuk-kriuk asin (seperti abahnya), minta goreng ikan asin tepungnya, sebenarnya mba nana hanya suka makan tepung luarnya saja, kemarin ibu lihat ikan dalemnya ikut terkunyah yang kemudian dia lepeh. Mba nana habis sampe tiga ikan, dalemnya kemakan sedikit, kemudian dilepeh.
Malam hari ketika tidur, ibu membatin, kok mata mba nana agak bengkak ya…. pagi harinya garuk-garuk di perutnya, ibu lihat ada bentolan-bentolan besar. Ketika bangun, terlihat matanya jadi bengkak sipit, ada ruam merah di bawah mata, dan di bagian perut ada bentol-bentol besar.
Ibu berpikir kemungkinan mba nana alergi ikan yang dimakannya kemarin. Untuk P3K ibu minta mba nana minum susu banyak2, biasanya susu bisa jadi penawar alergi (ringan). Dan untuk membantu mengatasi gatal ibu oleskan body butter di sekujur tubuhnya, agar tidak terlalu kering yang bikin kulit gatal, dan kalaupun digaruk akan menahan/mengurangi kulit agar tidak lecet.
Ibu lihat di bungkus plastik ikannya, ditulis ikan Anchovy (teri), ukurannya memang lebih besar dari ikan teri biasanya, sudah dikeringkan dan dibelah dua sehingga penampakannya seperti ikan asin di Indonesia. Beberapa waktu lalu ibu juga menggoreng ikan ini, tapi tanpa tepung, digoreng kering sampai jadi kayak keripik, mba nana waktu itu juga makan, dan tidak ada reaksi alergi seperti ini. Tetapi yang kemarin memang agak beda, ibu balut dengan tepung, tepungnya kering tetapi ikan di dalamnya tidak terlalu kering, nah kemarin mba nana menggigiti yang begini (mungkin ikan yang tidak terlalu kering ada pengaruhnya?)
Siang hari mba nana bobo, bangun tidur ibu lihat ruam merah di mukanya bertambah banyak, kemudin bentol-bentol besar menjalar ke punggung dan paha. Meski tidak ada panas, tidak sesak napas, anaknya pun masih menari dan bernyanyi (sambil garuk2 tentunya), tapi ibu berpikir ini masih memburuk, ibu telepon abah yang masih di perjalanan pulang agar bertanya ke apotik apa bisa dikasih anti-histamin, sepengetahuan ibu untuk alergi ikan (bukan keracunan ikan) biasanya diberi anti-histamin. Tetapi rupanya apotik tidak mau memberikan, karena untuk anak kecil, reaksi alergi harus mendapat pengetahuan dokter dulu. Sebab anti-histamin begitu memang tergolong obat keras, sehingga harus benar jenis, takaran berdasarkan berat badan & usia.
Kemarin saat berbuka puasa 10 Muharram, abah yang baru datang menelpon Pak Satria (teman abah di Schiedam). Pak Sat yang juga tenaga medis berniat menjemput mba nana untuk dibawa ke dokter. Untuk dokter jaga diatas jam kerja, di Delft bisa menghubungi ini http://www.huisartsenpostdelft.nl/ letaknya satu komplek dengan rumah sakit Reinier de Graaf Delft, sehingga kalau gawat darurat langsung ditempatkan ke UGD. Apabila pasien tidak mampu bangun/jalan, maka dokternya bisa dipanggil untuk visit ke rumah.
Dokter bertanya ini itu, mencatat ini itu, tapi tidak banyak, entah apa mungkin bahasa Inggrisnya yang kurang ‘canggih’ sehingga kurang komunikatif. Kemudian dokter memberikan resep anti alergi berupa sirup/cairan ‘AERIUS KIDS 0.5MG / ML SYRUP’ untuk mba nana diminum sehari sekali 2,5 mililiter. Apotik di Delft yang buka malam hari disini http://www.buitenhofapotheek.nl/
Malam hari setelah minum obat ini mba nana tertidur pulas. Alhamdulillah paginya ruam dan bentol merah berkurang drastis, tinggal matanya yang masih ada bengkak. Semoga alerginya segera sembuh tak berbekas segala sakitnya, dan untuk ibu harus lebih berhati-hati menghindarkan penyebab alergi, agar tidak terulang lagi. Untuk alergi makanan pada anak bisa baca-baca disini.